Minggu, 10 Maret 2013

hai gaes..
bikin skripsi itu emang sesuatu banget..
tahap pertama adalah PROPOSAL
dan banyak yang harus dikerjakan..
lets see...
1. menghubungi dosen pembimbing untuk kesediaannya membimbing selama skripsi ( dosen sudah ditentukan karena sistem paket dan sistem pasrah sama bagian akademik :)
2. Mengajukan judul yang dikehendaki sesuai pada minat dimasing2 bidang kepada dosen pembimbing. dan kali ini minatku adalah keperawatan anak dengan subbab tumbuh kembang
3. mulai mengikuti aturan main sang dosen pembimbing...
kebetulan dosen pembimbing saya adalah "orang besar" yang punya banyak buku dan sudah super sekali...
agak berbeda dengan bimbingan dosen kebanyakan. yaaah... harus tetap pada jalur.
besok ini adalah konsul ketiga dan sudah membawa draft bab 2. semoga lancaaaaar..... :)
aamiin

Selasa, 01 Januari 2013

FIGHT!!
Singkat tapi nyaring
Sesingkat kemelut kelabu yang sisanya hijau kuning
Senyaring suara jiwa yang mengelana ke ujung keteguhan
Empat bab sudah perjalanan tahunan yang terlewat
Lima penulisnya kokoh dibawah Lima filosofi
Lima itu adalah satu
Satu yang kuat dengan ikatan simpul
Meski sesak dan longgar ikatan
Jangan urai sekalipun
Karena begitulah simpul mengajarkan kekuatannya
Walaupun basah...

Dirgahayu Green Nursing Corps yang ke-4

Sabtu, 29 Desember 2012

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Bunga Citra Lestari
Cipt. Melly Goeslow


Cinta satukan hati
Kuatkan jiwa menghadapi dunia
Segala cinta dan luka
Kuatkan semua persahabatan
Kita penantang impian
Di atas awan kita kan menang
Kita penakluk dunia
Diatas Awan kita kan menang..menang

Bila kau merasa sedih
Ingatlah bahwa kau tak sendiri
Tanpamu tak akan sama
Tanpamu semua berbeda
Kisahmu juga kisahku
Selalu bersama

Kita penantang impian
Diatas awan kita kan menang
Kita penakluk dunia
Diatas awan kita kan menang..menang

Melangkah dibawah mentari yang sama
Mencari tempat kita dimasa depan
Berjanji kita tak akan putus asa
Walaupun semua tak kan mudah

Kita penantang impian
Diatas awan kita kan menang
Kita penakluk dunia
Diatas awan kita kan menang..menang

Nidji

Jumat, 28 Desember 2012

Karena aku belum lagi menitikkan hatiku pada hati yg lain.
Tapi tidak juga masih tertambat pada hati yg lama.
Hatiku sedang bebas mengarungi tanpa batas.
Dan tanpa cemas.
Jangan khawatirkan hatiku..
Karena aku tau dia akan berlabuh.
Walau perjalanannya tidak seperti kebanyakan hati yang lain.
Hatiku menanti tautannya..
Yah.. Hati diciptakan sepasang.
Seperti halnya adam dan hawa..
Kelak juga hatiku dan hatinya.

Jumat, 07 Desember 2012

Bagaimana memaknai memberi harapan?
Memberi harapan berarti membuat PIHAK lain merasa memiliki jalan keluar, merasa dibantu dan mungkin merasa pemberi harapan tersebut adalaha pahlawannya.
Tapi bagaimana jika harapan itu palsu?
Biasa saja???
Atau kesal sekali???
Buat anda yang merasa diberi harapan palsu itu biasa saja maka kemungkinan besar anda belum pernah menjadi korbannya.
Marak sekali istilah PHP atau biasa diartikan Pemberi Harapan Palsu, bukan tanpa sebab istilah itu muncul. Kenyataannya banyak PIHAK memberi harapan palsu baik berupa INDIVIDU, KELOMPOK maupun INSTANSI.
OK, tidak akan dibahas satu persatu PIHAK tersebut. Kita langsung sebut saja, INSTANSI.
Pernahkah anda diPHP-in oleh suatu instansi?
Instansi yang berhubungan dengan anda, entah tempat kerja, sekolah maupun kampus.
Begini pengalaman saya,....
Ketika telah  terjadi koordinasi dengan PIMPINAN suatu instansi dan mereka menyatakan FIX, lega luar biasa tentang beban yang selama ini tersimpan atau bahkan masih menjadi konsep.
Begitulah proses berjalan sampai tibalah pada H-1 dari maksud yang sudah dikoordinasikan dengan PIMPINAN tersebut. Banyak harapan bahwa hari H yang ditunggu akan berjalan lancar. Tapi pernahkah ketika H-1 terjadi suatu MUKJIZAT bahwa pengkoordinasian yang PERNAH terjadi adalah OMONG KOSONG?
Berbaliklah para pemegang kuasa MENUDUH bawahan-bawahan yang hanya mengangguk tidak sesuai, tidak berKOORDINASI, tidak paham, tidak PAS dengan KEHENDAK pimpinan.
Jadi proses selama ini adalah omong kosong?
Bagus...
Terlihatlah kesemena-menaan dari para penguasa.
Harapan yang menjadi sumber cahaya SEMENTARA adalah PALSU adanya.
Tanpa BERFIKIR dari DUA sudut pandang, sebagai MEREKA yang memang berkuasa dan sebagai KAMI yang menanti keputusan.
Bagaimana jika yang menunggu keputusan juga berpikir sebaliknya?
Tidak lagi...
Tidak akan...
Seolah akan jadi percuma kembali untuk memikirkan yang berhubungan dengan para PENGUASA.
Buang-buang energi.
Silahkan berjalan saja.
Seolah tak butuh kami? Padahal kalian juga tidak akan pernah merasa berkuasa tanpa ada yang merasa membutuhkan kalian sebagai penguasa.

#Tanpa mengurangi hormat dan tanpa menuduh instansi manapun.
Hormat kami,
#####

Selasa, 04 Desember 2012

Tersebutlah suatu kesalahan penulisan pada halaman pertama.
Penulisan terus berlanjut hingga halaman terakhir selesai.
Seorang pembaca yang menyimak proses penulisan dan membaca halaman pertama sangat marah dan meneruskan membaca hingga halaman terakhir untuk melihat adakah kesalahan-kesalahan yang lain.
Sembari pembaca tadi menyelesaikan bacaannya, penulis menyadari kesalahan penulisan pada halaman pertama adalah fatal lalu dia membubuhkan tipe-x untuk menutupi kesalahn tersebut dan menggantinya dengan penulisan yang benar.
Salahkah penulis tersebut?
Penulis meminta maaf pada pembaca yang menyadari kesalahan penulisannya  dan telah menggantinya. Pembaca tetap marah dan tidak mau tau, lalu siapa sekarang yang salah?

Jangan mencari kesalahan dari cerita diatas. Apalagi menelusur bagaimana penulis bisa melakukan kesalahan pada halaman pertama. Bukankah penulis adalah manusia, tempat dosa dan salah.
Penulis menyadari kesalahannya dan meminta maaf, belumkah cukup puas pembaca yang tadi marah-marah?
Lalu pembaca tersebut tidak menerima permintaan maaf dari penulis. Siapa dia? Bahkan TUHAN pun memaafkan dosa besar umatnya. Sesombong itukah pembaca tersebut?
Lalu siapakah yang salah?
Tidak... jangan kembali mencari siapa yang salah.
Masihkah ada pemikiran positif barang sedikit untuk kembali melihat cerita diatas?
Penulis telah melakukan kesalahan,menyadari dan membenarkan. Ditambah lagi meminta maaf. Suatu usaha perbaikan dan itulah nilainya.
Bagaimana dengan pembaca yang tersulut emosi dan marah-marah serta tidak menerima permintaan maaf? Dia juga tidak salah. Dia tersinggung karena mungkin kesalahan tersebut adalah hal besar atau menyangkut hal-hal kesukaannya. Tapi sulutan emosi tadi kemungkinan belum padam sehingga dia tidak bisa melihat cela, sekedar mengingat bahwa TUHAN pun memaafkan dosa besar umatnya.